Jumat, 10 Juni 2016

Kancing Yang Mendengarkan


...........sebelumnya





....................





Hari ini adalah hari pertama Reno menjalani praktek profesi sebagai mahasiswa arsitektur di salah satu perusahaan kontraktor di Jakarta. Perusahan ini terbilang cukup besar dan sukses, tidak terhitung banyaknya bangunan mulai dari mall, apartement dan hotel yang berhasil dibangun. Tampaknya Reno mulai membiasakan diri dengan kejadian beberapa hari lalu tentang Melody, ya mereka tetap melanjutkan hubungan mereka walaupun kini sedikit agak berbeda.



"Hari ini kamu ke kantor jam berapa Ren??", ujar Melody yang menelepon Reno. "Ini sudah di kantor kok Mel, kamu ada latihan??..", tanya Reno. "Iya nih jadwal latihan padat, nanti kalau sudah di tempat kos aku hubungi lagi ya, see you soon..", jawab Melody sambil menutup panggilannya. Reno merapikan kemeja putihnya dan sesekali menata rambutnya agar terlihat rapi karena hari pertamanya di kantor akan langsung bertemu dengan direktur utama perusahaan kontraktor tersebut.



"Dengan saudara Reno??..", sapa seorang wanita cantik yang memakai kemeja dan rok mini berwarna biru tua. "Iya saya Reno..", jawab Reno sambil mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan wanita tersebut. Wanita itu memperkenalkan dirinya dengan sebutan Celly, seorang sekretaris direktur utama. "Hari ini pak Direktur sedang ada meeting mendadak, jadi saudara Reno akan dibimbing langsung oleh kepala bagian tim arsitek. Silahkan ikut saya..", ujar wanita itu seraya berjalan menuju sebuah ruangan yang diikuti oleh Reno. Beberapa saat kemudian wanita tersebut menemui seorang lelaki yang terlihat muda namun sebenarnya sudah berumur karena terlihat beberapa kerutan di wajahnya. Setelah berbicara dengan lelaki tersebut, wanita itu menyuruh Reno untuk masuk kedalam ruangan dan meninggalkan Reno bersama lelaki itu.



"Baiklah, kau seorang mahasiswa arsitek bukan?? Perkenalkan namaku David..", ujar lelaki itu sambil mengulurkan tangannya yang kemudian disambut oleh Reno dengan jabat tangan. "Senang berjumpa dengan anda pak David dan mohon bimbingannya, nama saya Reno..", ujar Reno



"Ya senang berjumpa denganmu Reno, untuk saat ini kau belum bertemu dengan tim ku karena memang jadwal kedatanganmu sangat pagi sekali..", ujar David sambil melihat jam tangannya



"Oh, memangnya ada berapa anggota dalam tim bapak??..", tanya Reno



"Tidak banyak, karena aku lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Sekitar 4-6 orang dari berbagai bidang. Nanti kau akan bertemu dengan mereka, dan kuharap kau bisa bekerja dalam tim..", ujar David sambil kembali ke tempat duduknya



"Ah, siap pak!! Mohon bimbingannya..", tukas Reno



Tidak lama berselang sebuah suara ketukan pintu terdengar, lalu munculnya seorang wanita yang berumur sekitar 25 tahun dengan dandanan yang kasual dengan kemeja putih serta celana jeans berwarna biru dongker. "Selamat pagi pak David, maaf saya terlambat pak..", ujar wanita itu menyapa. "Tenanglah, kau baru terlambat 15 menit, bukankah aku menyuruhmu untuk terlambat lebih dari 15 menit??..", jawab David. "Kan saya tidak enak sama bapak karena kalau dibanding dengan saya pekerjaan bapak jauh lebih kompleks dan besar dari segi kuantitas..", jawab wanita itu merendah. "Lain kali datanglah lebih terlambat, karena aku tidak ingin anggota tim ku ada yang jatuh sakit gara-gara proyek ini..", ujar David sambil terus membolak-balik tumpukan kertas file proyek. Wanita itu segera duduk di meja yang berada di urutan ke 2, dan segera mengeluarkan beberapa tumpukan kertas yang berisi file-file proyek. Sesekali dia melihat ke arah Reno yang tengah mempelajari beberapa kertas yang berisikan file proyek. David yang mengetahui hal itu segera mengenalkan Reno kepada wanita tersebut. "Elaine, kali ini kita kedatangan anggota baru. Kau bisa panggil dia Reno.", ujar David memperkenalkan. "Saya Reno, senang berkenalan dengan anda..", ujar Reno sambil mengulurkan tangan. Wanita tersebut tidak membalas uluran tangan Reno karena dia seakan terkejut melihat wajah Reno. "Apa kau tinggal di sekitar sini? Aku rasa tidak asing dengan wajahmu..", ujar Elaine mengrenyitkan dahi. "Ah tidak, aku baru saja pindah ke sini karena sedang mengikuti praktek profesi di tempat ini. Tempat kos ku berada di daerah pertigaan Togaperak.", jawab Reno. "Oh begitu rupanya, namaku Elaine.", jawabnya sambil menjabat tangan Reno. 




"Baiklah sudah cukup perkenalannya, Reno kamu ikut saya sekarang kita akan bertemu dengan klien. Aku harap kamu tidak mengecewakan..", ujar David sambil membereskan meja kerjanya



"Siap pak!!..", tukas Reno yang juga bersiap-siap membereskan mejanya



"Semoga berhasil ya Reno..", ujar Elaine memberikan semangat yang disertai dengan senyum genit



"Ah, terima kasih..", jawab Reno dengan senyuman.



Mereka berdua pergi meninggalkan kantor dan menuju ke sebuah cafe di tengah kota, cafe yang lumayan luas dengan view langsung ke arah tugu kebanggan kota ini. Reno mengambil tempat duduk disebelah David yang terus mencoba menghubungi seseorang melalui ponselnya. Seorang pelayan menghampiri dan memberikan buku menu kepada David dan Reno. David berkata kepada Reno untuk memesan terlebih dahulu sementara dia masih terus mencoba menghubungi seseorang melalui ponselnya. Setelah memesan Reno berkata sambil memberi tanda kepada bosnya untuk pergi ke toilet, Tidak lama berselang setelah Reno pergi ke toilet, seorang wanita dengan rambut ikal berwarna hitam datang menghampiri David dan disambutnya dengan jabat tangan serta senyum. Ternyata dia adalah klien yang meminta jasa dari David merancang untuknya sebuah rumah baca di daerah taman  dekat komplek perumahannya. "Maaf saya agak terlambat karena terjebak macet, sudah lama berada disini??..", tanya wanita itu membuka pembicaraan. " Tidak apa-apa kami juga barusan datang. Mmm pelayan saya minta daftar menunya..", ujar David. "Kami?? Anda bersama seorang teman??..", tanya wanita itu lagi. "Iya, saya bersama dengan murid magang di perusahaan. Sebentar lagi dia akan kembali dari toilet..", ujar David.
Tidak lama berselang Reno kembali dari toilet dan memperkenalkan diri dengan wanita tersebut. Setelah menjelaskan keinginannya, wanita tersebut pamit dan meninggalkan mereka berdua. Terlihat Reno yang kembali membaca daftar keinginan yang ditulis di buku catatannya. "Rumah baca ya pak?? Apa ini termasuk klien perusahaan??..", tanya Reno kepada bosnya. "Tentu saja bukan, ini cuma selingan, aku harap kamu bisa mengerjakannya dengan sepenuh hati. Meskipun masih dalam skala kecil, aku harap kamu tidak berkecil hati. Ini merupakan awal pembelajaranmu sebagai seorang arsitek..", ujar David panjang lebar. Reno hanya mengangguk perlahan sambil terus memperhatikan tulisan di buku catatannya.





Hari beranjak gelap, sayup-sayup terdengar suara hewan malam yang menemani Reno berkutat di depan laptop. Dia sedang mengerjakan proyek pertamanya yang di dapat dari seorang wanita yang dia temui bersama bosnya. Tidak lama berselang suara dering ponsel mengagetkannya, dengan berjalan gontai dia mengambil ponselnya yang terletak di atas tempat tidurnya.



"Dari Melody?? ..", ujar Reno dalam hati




"Halo Mel?? Sudah di tempat kos??.."



"Iya Ren, sudah di tempat kos. Kamu lagi ngapain?? Sibuk??.."



"Ah enggak, tadi cuma ngerjain sedikit tugas dari tempat magang. Kamu sendiri? Sudah makan?.."



"Sudah semua, hari ini melelahkan. Latihan fisik, koreo dance dan vokal. Capeeeekkk.."



"Hahaha, kan kamu udah bisa nari pastinya dance enggak terlalu susah dong. Mungkin yang perlu kerja keras di bagian vokalnya.."



"Iya sih, jadi maksudmu suaraku jelek??!!.."



"Bukan-bukan, suaramu bagus kok. hahaha.."



"Ketawamu enggak enak.. Oh ya hari ini aku dapat kenalan teman baru, dia seorang staff bagian perlengkapan. Orangnya ramah banget.."



"Hmm terus?? Cewek atau cowok niih??.."



"Cewek kok kamu tenang aja. Namanya Jessika. Dia juga dari luar kota lho.."



"Ooh cewek ternyata. Dari kota mana emangnya??.."



"Dia dari Bandung terus tinggal disini sendirian di apartment. Oh ya ini yang mau aku ceritakan sama kamu.."



"Oh ya?? Cerita apa emangnya??.."



"Di apartmentnya sering dijahilin sama seseorang. Jadi gini, ada seseorang yang menekan tombol bel apartmentnya dan waktu dia membuka pintunya tidak ada siapa-siapa. Hal itu terjadi berulang kali sampai dia merasa takut.."



"Kejadiannya malam hari??.."



"Justru kejadiannya pagi hari, mungkin sekitar jam 6 pagi. Sudah hampir 2 minggu ini dia mengalami kejadian seperti itu. Aku sudah kasih saran buat pindah sih, cuma katanya susah cari tempat tinggal yang bagus dengan harga terjangkau disini.."



"Hmm menarik, kamu sudah pernah ke apartmentnya??.."



"Belum sih, mungkin besok soalnya besok enggak ada jadwal latihan. Kamu mau ikut?? Kalau kamu enggak sibuk sih.."



"Besok sepertinya free, jam berapa kesana??.."



"Jam 8 pagi gimana?? Sekalian kita bawa sarapan terus sarapan bareng deh. Gimana??.."



"Okee, besok yaa aku jemput jam 7 an.."



"Okee sampai jumpaa.."






Panggilan dari Melody terputus dan Reno memejamkan matanya beberapa saat, setelah beberapa menit sebuah panggilan masuk. Kali ini dari Angel, kakak Reno.





"Halo kak?? Ada apa??.."



"Wah, adik kakak baik-baik saja ternyata. Kakak kangen.."



"Ah, iya kak aku baik-baik saja. Mama gimana?? Sehat??.."



"Mama sehat kok tapi lagi tidur, ohya paket dari kakak sudah datang??.."



"Paket?? Aku tidak menerima paket apapun hari ini kak.."



"Hmm, coba kamu cek kotak suratmu. Nanti kakak hubungi lagi.."



"Iya kak sebentar.."





Reno menutup panggilan dari Angel dan segera beranjak menuju kotak surat yang terletak di dekat pintu tempat kosnya. Terdapat sebuah bungkusan kotak kecil berwarna coklat dengan tulisan yang ditujukan untuknya. Reno segera membawanya ke dalam kamar dan memeriksanya sambil menghubungi Angel





"Sudah aku buka kak, ini apa?? Kok isinya kayak headset??.."



"Iya itu headset, plus penyadap.."



"Penyadap??!!.."



"Thelo memberikannya padaku dan bilang mungkin kamu lebih membutuhkannya, jadi kakak kirim untukmu. Coba periksa lagi, ada semacam alat penyadap berbentuk kancing. Ohya kakak juga sudah email kamu yang berisi link untuk download aplikasi. Coba kamu buka emailnya dari smartphonemu.."





Reno segera membuka emailnya dan membuka link yang terdapat pada email tersebut. Setelah proses downloading berhasil Reno membuka aplikasi tersebut.





"Kak, disuruh masukin user ID.."



"Kamu masukin almond. Huruf besar semua ya.."





Setelah memasukkan user ID, Reno membuka aplikasi tersebut dan mengutak-atiknya, namun nampak dari raut wajah Reno masih bingung dengan penggunaannya





"Aplikasi tersebut mampu menampilkan posisi kancing penyadap yang kakak berikan. Jadi selain sebagai penyadap bisa juga sebagai penunjuk dimana letak kancing tersebut berada. Ohya aplikasi yang kamu download tadi juga sudah terkoneksi dengan smartphone kakak, jadi kakak bisa tahu dimana kamu berada.."



"Mmm begitu yaa, smartphone kakak juga bisa mendeteksi letak kancing penyadap tersebut??.."



"Enggak, punya kakak cuma bisa mendeteksi posisimu. Kecuali kamu hapus aplikasi itu dari smartphonemu atau smartphonemu rusak.."



"Begitu yaa.. Terima kasih kak, tapi untuk saat ini aku belum tahu untuk apa alat ini hahaha.."



"Ya sudah, istirahat sana. Jangan begadang Ren.."



"Ah iya kak. tentang anggota organisasi yang tertangkap apa sudah di interogasi??.."



"Oh orang itu?? Kendaraan yang digunakan untuk memindahkannya ke penjara meledak karena bom yang terpasang di bawah mesin. Pihak kepolisian masih menyelidikinya.."



"Ha? Meledak?!! Ulah organisasi ??.."



"Sepertinya begitu, tampaknya organisasi telah merekrut orang baru yang ahli dalam bahan peledak. Dan dari informasi yang kakak dengar mereka sudah keluar dari kota ini. Tampaknya mereka memiliki tujuan lain di kota yang baru."



"Begitu ya.. Semoga saja mereka tidak ke kota ini.."



"Kakak akan terus cari informasi. Kamu berhati-hatilah.."



"Iya kak.."






Obrolan mereka berakhir malam itu, dan Reno kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memikirkan organisasi tersebut. Dalam keheningan malam Reno memejamkan mata dan larut dalam rasa lelah hingga pagi menjelang.













.......to be continued.......



Tidak ada komentar:

Posting Komentar